Harian Simantab | The Smart Media
Headlines News :

wqww

Latest Post

Gawat, UPT PSDA Tebang 40 Pohon Mahoni *Keberadaan Kayunya Misterius

Written By Harian Simantab | The Smart Media on Jumat, 18 Mei 2012 | 17:49


Simalungun - apriadi simarmata

Dengan dalih mereusak sedimen irigasi, setidaknya ada sekitar 40 pohon mahoni di sepanjang jalan desa Purba Ganda habis ditebang oleh pihak UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) kecamatan Pematang Bandar.

Informasinya, pohon mahoni yang tumbuh di pinggir jalan huta I hingga huta 4 tersebut, ditebang sejak seminggu lalu dan belum jelas keberadaannya, apakah dijual atau dipakai untuk keperluan tertentu. Padahal, seperti pantauan Simantab di lokasi, Jumat (18/5), kelihatannya tidak ada indikasi kerusakan sedimen irigasi seperti yang dikatakan pihak PSDA tersebut.

Justru lebih aneh lagi, banyak pohon lain yang tumbuh di pinggir sedimen irigasi tidak ditebang, namun hanya pohon mahoni tersebut yang ditebang. Seperti pohon sawit  dan beringin yang jelas-jelas merusak sendimen irigasi malah tidak ditebang.

Kepada wartawan, Mesriani, warga desa Purba Ganda saat dikonfirmasi Simantab mengatakan, sebulan lalu  di kantor kepala desa ada rapat membahas tentang pohon mahoni itu dan dalam rapat tersebut dihadiri oleh Nasihadi SP,  selaku kepala desa, Ramli, mantan kepala desa, wakil camat atau camatnya, dan lainnya. Ditambahkannya, pohon mahoni tersebut ditanam sekitar tahun 2000 lalu, dan saat itu kepala desanya, Ramli.

Mengenai isu tentang pemberian dana sebesar Rp 3.200.000 oleh pihak PSDA kepada panitia pembangunan masjid, kata Mesrani, pihak panitia pembangunan masjid Istiqomah tidak ada meminta bantuan dana pembangunan masjid tersebut. “Kalau masjid ini butuh bantuan dana, pasti pihak panitia pembangunan sudah mebuat posko bantuan, seperti masjid lainnya,”jelasnya.

Ditambahkannya, kalaupun panitia benar menerima bantuan tersebut, kemungkinan itu kebijaksanaan dari pihak PSDA itu sendiri. Sementara itu, Rianto, petugas PSDA saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, dirinya tidak tahu menahu soal itu. “Saya tidak mengetahui soal itu pak, bapak tanya saja ke pak Nainggolan, KCD PSDA Pematang Bandar,”ungkapnya.

Sementara Beres Manullang, Camat Pematang Bandar saat dikonfirmasi Simantab mengatakan,  pihak PSDA propinsi yang punya wewenang atas pohon mahoni tersebut, karena mereka yang mengajukan surat permohonan penebangan kepada Dinas Kehutanan Simalungun.

“Saya hanya memegang surat tembusan dari Dinas Kehutanan sesuai dengan permohonan pihak PSDA dan memberikan surat rekomendasi pelaksanaan penebangan pohon mahoni kepada Nainggolan selaku KSD SPDA Pematang Bandar, “ungkapnya.

Namun, Camat Pematang Bandar ini hanya bisa menunjukkan surat rekomendasi camat saja yang ditujukan kepada SPDA. Sementara surat perintah pelaksanaan penebangan pohon mahoni dari Dinas Kehutanan tidak ada diperlihatkannya. Adapun surat rekomendasi Kecamatan Pematang Bandar, nomor 503/182/PB/2012 tersebut berisi, sesuai dengan surat PSDA Propinsi No.900/30/UBB/2012/tanggal 17April 2012. Hal pemberitahuan agar pohon mahoni yang berada disepanjang saluran induk javacolonisasi ditumbang. Dengan alasan, pohon mahoni sudah merusak sedimen irigasi yang diketahui dan disetujui Camat Pematang Bandar, tertanggal 8 Mei 2012.

Namun kenyataannya, pohon mahoni yang berada dipemukiman warga juga ikut ditumbang. Menyikapi hal itu, Beres Manullang saat dikonfirmasi malah mengaku tidak tahu soal penebangan pohon mahoni yang berada di pemukiman warga. Menurutnya, dia hanya memberikan rekomendasi untuk melakukan penebangan pohon mahoni yang berada di sepanjang sedimen irigasi.

Saat ditanya kemana pohon mahoni yang ditebangi tersebut, dia juga mengaku tidak mengetahuinya. Katanya, pihak PSDA lah yang mengetahuinya. “Ga mungkin saya yang mengawasi selama 24 jam, apalagi pelaksananya dari petugas instansi juga,”tandasnya.¡

28 Pemburu Harimau Ditangkap di Jambi


Jambi rosenman saragih

Sebanyak 28 pemburu dan pedagang satwa liar seperti Harimau Sumatera berhasil diamankan dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Penangkapan tersebut dilakukan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pelaku yang tersandung kasus perburuan itu berasal dari berbagai profesi.
Pelaku perburuan liar itu seperti PNS, TNI, Purnawirawan TNI, Polri, petani, pedagang, bahkan sampai melibatkan anggota DPRD. Sementara sebagian besar pelaku sudah divonis pengadilan setempat dengan lama hukuman dan denda yang bervariasi.
Hukuman terberat dijatuhkan kepada Belani, warga Muko-muko, selama tiga tahun penjara dengan denda Rp 500 ribu. Petugas juga berhasil mengamankan 192 jerat harimau dan 6.008 jerat satwa liar lainnya.
 Demikian dikatakan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Tri Siswo didampingi Humas Balai Besar TNKS, Andre di Jambi, Jumat (18/5). Menurutnya, di Sumatera, populasi Harimau hany tinggal 300 hingga 400 ekor saja. Populasi terbesar di kawasan TNKS dengan jumlah 166 ekor.
Persolan lain, kata Tri Siswo, akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan Hutan Tanaman industri (HTI) yang dilakukan investor membuat habitat gajah dan harimau Jambi terancam punah.
Bahkan akibat adanya alih fungsi hutan ini menyebabkan sering terjadi konflik antara manusia dan satwa. Habitat gajah dan harimau Sumatera di Provinsi Jambi terancam punah apabila tidak ada upaya bersama untuk menjadikan kawasan hutan produksi sebagai hutan konservasi.        
“Alih fungsi hutan sangat berperan besar akan berkurangnya habitat gajah dan harimau di Jambi. Apalagi sebagian besar hutan produksi (HP) di Jambi sudah dijadikan kawasan hutan taman industri (HTI) maupun jenis perkebunan lainnya,”katanya.
Tri Siswo menyebutkan, jumlah gajah yang ada di Jambi masih tersisa sekitar 200 ekor dan harimau Sumatera diperkirakan 40 ekor. Jumlah itu, akan terus berkurang dan bukan tidak mungkin akan punah seiring dengan hilangnya habitat kedua jenis hewan paling dilindungi itu.
Berdasarkan catatan, Provinsi Jambi memiliki sedikitnya 900 ribu hektare hutan produksi. Dari jumlah tersebut sekitar 600 ribu hektare sudah diberikan izin untuk perusahaan HTI dan sekitar 150 ribu hektare dibuat kawasan hutan tanaman industri pertukangan.
Sisanya, sekitar 150 ribu hektare yang merupakan eks hak pengusahaan hutan (HPH) milik perusahaan yang menyebar di Kabupaten Tebo, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Sebelumnya, BKSDA Jambi juga telah mengusulkan agar salah satu kawasan eks HPH di Jambi bisa diubah menjadi kawasan konservasi bagi habitat gajah dan harimau maupun binatang dilindungi lainnya.
“Kami sudah layangkan surat resmi ke Kementrian Kehutanan RI dengan luas usulan sekitar 150 ribu hektar dengan mengubah kawasan hutan produksi menjadi kawasan konservasi,”katanya.
Manajer Komunikasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Jambi, Ruddy Syaf menyatakan, sangat mendukung akan dibukanya kawasan konservasi bagi habitat gajah, harimau serta binatang dilindungi lainnya di Provinsi Jambi.
“Memang perlu akan upaya nyata untuk melindungi habitat gajah dan harimau di Jambi. Yang paling penting adalah kemauan dan komitmen dari pemerintah daerah,” katanya.

Balita 9 Bulan Alami Pembengkakan Perut

Raja digendong neneknya alami pembengkakan di perut
Siantar – jansen siahaan

Raja, balita baru berusia sembilan bulan yang bagian perutnya membengkak membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.

Liliani (62), nenek Raja saat ditemui di salah satu warung di Jalan Nagur Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara, Jumat (18/5), menuturkan apa yang dialami cucuku ini, sudah diceritakan suaminya kepada pangulu.

“Tapi penghulu kami itu tidak perduli, katanya susah ngurus Askeskin (Asuransi kesehatan rakyat miskin)," ujar warga Desa Sementara III, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) itu.

Sebelumnya, Liliani dengan logat melayunya yang kental, menceritakan perut Raja yang saat itu berada digendongannya, mulai membesar sekitar dua bulan lalu. Menurutnya, Raja pernah dibawa ke dokter di Simpang Pantai Cermin untuk diobati.

"Dokternya bilang dia tak sanggup. Kata dokter, setelah di USG, cucuku ini mengalami sumbat di saluran empedunya," beber ibu tujuh anak ini.

Lilianni menerangkan, Raja adalah anak dari Juliandi, putra bungsunya yang menikah pada usia muda. Pada April lalu, Raja dibawa ke dokter di Medan, dan dokternya mengatakan limpa cucunya tersebut bengkak. Lalu karena pengakuan dokter tidak sanggup menangani, dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik.

Di Rumah Sakit Adam Malik, Raja disarankan untuk di rawat inap. Karena tak punya biaya, pihak rumah sakit menyarankan untuk mengurus Askeskin.

"Kami tak pernah kembali ke rumah sakit Adam Malik. Karena kata Jumiri penghulu kami, mengurus Askeskin sangat sulit. Bahkan penghulu menyarankan agar cucuku jangan dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik," ujar istri dari Aspan, nelayan di laut Belawan itu.

Ketua MK Resmikan Patung Pendiri USI


  Ketua MK didampingi Rektor USI, usai meresmikan patung pendiri USI

Siantar jansen siahaan –paten purba

Patung penggagas dan pendiri Universitas Simalungun (USI), Brigjen TNI (Purn) Radjamin Poerba SH, di kompleks USI Jalan Sisingamangaraja, Kota Pematangsiantar, diresmikan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Prof Dr Moh Mahfud MD, Jumat (18/5).

Persemian ditandai dengan pembukaan penutup patung Radjamin Poerba SH, dan penandatanganan prasastinya didampingi oleh Ny Kencana Radjamin Poerba dan keluarga. Peresmian patung ini juga disaksikan oleh sejumlah pejabat termasuk anggota DPD RI Parlindungan Purba, dan Rahmat Sah, serta Rektor USI, Drs Ulung Napitu, MSi.

Mahfud mengatakan, bahwa jasa Radjamin Poerba hendaknay diikuti oleh para generasi saat ini. Sebab, selain berjuang sebagai militer pada masanya, Radjamin juga menjadi pejuang dalam dunia pendidikan dengan membangun USI.

“Hasil perjuangannya menjadi warisan yang sangat berharga,” katanya.

Sementara itu, putra Radjamin Poerba Kol Budi R Purba mengatakan, peresmian patung tersebut merupakan hal yang sangat membanggakan. Terutama menjadi bagian dari keluarga USI.

“Hendaknya apa yang telah dilakukan orangtua kami, bisa dijaga dan dijadikan tauladan,” ujarnya.

Budi juga berharap, generasi muda bisa memberikan sebuah pencerminan untuk pembangunan ke depan. Sehingga perjuangan yang telah ditanamkan di Pematangsiantar tersebut tidak sia-sia. Sebab, banyak budi luhur yang telah ditinggalkan Brigjen (Purn) Radjamin Poerba.

Ketua Pengurus Yayasan USI, Masdin Saragih SH MH, mengatakan, ini merupakan langkah besar yang diambil dalam pembuatan patung tersebut. Karena menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Ia juga menjelaskan secara singkat proses pembangunan ini yang menelan biaya Rp 1,14 miliar.

Sementara, Ulung Napitu menjelaskan, pembangunan tersebut tidak dimaksud untuk melakukan pengkultusan individu Radjamin Poerba secara berlebihan. Menurutnya, ini dalam rangka memberikan penghormatan serta apresiasi yang tinggi atas jasa dan dedikasi yang memprakarsai berdirinya USI pada 18 September 1965.

Dalam kesempatan itu, Ulung menjelaskan, dalam perkembangan USI, kini telah berhasil mengasuh 13 program studi S1 dan 1 program S2. Ini tersebar di lima fakultas, yakni  Ekonomi, Pertanian, Hukum, FKIP, Teknik, serta S2 Bidang Perencanaan Wilayah dan Kota.

Sebelumnya, Mahfud MD juga memberikan seminar ilmiah hukum di gedung Auditorium Radjamin Poerba USI. Seminar yang mengangkat tema “Konsistensi Pelaksanaan Konstitusi Dalam Penegakan Hukum Revitalisasi Karakter Bangsa di Indonesia” dihadiri seribuan mahasiswa Usi. Seminar tersebut diadakan serangkaian dengan peresmian patung Radjamin Poerba.¡

Protes Jalan Rusak, Para Ibu Lakukan Perbaikan


 para nande-nande memperbaiki badan jalan yang rusak di Tigabinanga

Tigabinanga  star

Kecewa dengan kondisi jalan yang rusak, para warga, khususnya nande –nande (ibu-ibu) di Kelurahan Tigabinanga, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, melakukan perbaikan, Jumat (18/5).

Kerusakan jalan ini terletak di lintasan Aceh Tenggara, persisnya 50 meter dari Polsek Tigabinanga.  Para nande –nande ini secara swadaya memperbaikinya, dengan cara menutupi jalan yang berlubang menggunakan batu kerikil dan pasir kasar. Aksi ini sebagai bentuk inisiatif, khususnya warga yang bermukim di sekitar Jalan Besar lintasan Agara tersebut.

"Kami prihatin melihat kondisi jalan besar yang rusak parah dan tidak kunjung diperbaiki," ujar perwakilan nande –nande, Dhani br Sembiring, dan Emma br Sembiring, saat ditemui di lokasi perbaikan.

Menurut mereka, ada tiga titik jalan yang rusak di wilayah pemukiman tersebut. Kerusakan itu dinilai meresahkan warga , karena kondisi jalan sangat buruk , dan sering terjadi angkutan kendaraan terbalik di lobang  badan jalan. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang dilakukan pihak terkait.

"Sudah 20 kali angkutan terbalik di lokasi ini ,sehingga terjadi macet total, dan warga merasa ternganggu,” ujar keduanya.

Melihat kondisi itu, mereka melakukan perbaikan di jalan itu, berfungsi kembali. Meskipun sifatnya hanya sementara.

Akibat kerusakan jalan, selain sering menimbulkan kemacetan, lubang –lubang yang mengangga menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.
Sedikitnya ada 10 lubang, dengan diametar 30 centimeter hingga 1 meter, dan kedalaman mencapai 5 -10 sentimeter.

"Kami berinisiatif melakukan pengurukan karena sejauh ini tidak ada kejelasan mengenai perbaikan," kata Hermanto Perangin angin, dan Irwan sSbayang, warga Kelurahan Tigabinanga.

Menurut Hermanto, akses jalan ini merupakan jalur alternatif dari Kabanjahe ke Kabupaten Aceh Tenggara. Namun, saat ini kondisi jalan cukup memprihatinkan.
Apalagi saat pagi hari, khususnya di depan stasuin angkutan kota selalu terjadi macet. Pasalnya, terjadi antrian kendaraan melewati jalan rusak tersebut.

"Pengguna jalan harus menjalankan kendaraannya dengan perlahan – lahan, untuk menghindari lubang," ujarnya.


Berita Video

May Day Medan 2012

Profil Anda

 
Support : Batam Design | Joko Auditis | Simantab Template
Copyright © 2012. Harian Simantab | The Smart Media - All Rights Reserved
Template Created by Batam Design Published by Simantab Template
Proudly powered by Batam Design