26
Thu, May
18 New Articles

Top Stories

Grid List

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Siantar – Isak tangi puluhan warga Jalan Nias Belakang, mengiringi penggusuran puluhan rumah yang dibangun di bantaran Sungai Toge, Kamis (26/5/2016). Hanya saja, isak tangis, bahkan teriakan histeris warga tak mampu menghentikan jalannya eksekusi.

Kakan Satpol PP Pematangsiantar, Julham Situmorang mengatakan, penggusuran terhadap puluhan rumah di bantaran kali, merupakan kebijakan dari pemerintah Kota Pematangsiantar, untuk mensterilkan bantaran sungai dari bangunan liar. " Ini perintah untuk sterilisasi. Sebelumnya, sudah disosialisasikan, dan sudah kami peringatkan secara tertulis lewat pemberitahuan,” jelas Julham.

Amatan wartawan di lokasi, kedatangan ratusan personil Satpol PP, yang dibantu prajurit TNI-AD, plus sejumlah alat berat sempat membuat warga heboh. Mereka tidak menduga, jika surat peringatan yang mereka terima beberapa waktu lalu, akan dieksekusi langsung pada hari ini. Mereka pun sempat melakukan perlawanan. Namun, hal tersebut tidak menghalangi eksekusi yang dikomandoi Satpol PP.

Setelah satu persatu rumah warga dirubuhkan dengan eskavtor, sejumlah warga yang menjadi  korban penggusuran terlihat mengumpulkan material bangunan bekas rumah mereka. Seperti seng, broti, bahkan beberapa batang besi.(Lud)

 

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Tanah Jawa – Bupati Simalungun melakukan inspeksi mendadak ke  Puskesmas, dan Kantor Camat Tanah Jawa. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Simalungun menekankan perlunya menjaga komitmen dalam menjaga kualitas pelayanan.

 

Dalam kunjungan itu, Bupati Simalungun diterima Camat Tanah Jawa, Basaia Samosir.  Setibanya di kantor Camat, didampingi Basaia, Bupati meninjau pelayanan masyarakat di Kantor Camat, selanjutnya ke Puskesmas Tanah Jawa. Bupati juga berkesempatan menyapa masyarakat yang kebetulan sedang berada di kantor Camat, begitu juga masyarakat yang mengantri di Puskesmas.

“Secara umum saya lihat tidak ada permasalahan. Kantor Camat, dan Puskesmas dalam keadaan bersih, dan tertata rapi. Begitu juga pelayanan berjalan dengan baik. Yang seperti ini harus dipertahankan, dan bila perlu ditingkatkan lagi,”jelas JR Saragih di sela-sela kunjungannya itu.

Menanggapi pernyataan Bupati, Camat Tanah Jawa, Basaia Samosir mengaku siap bekerja keras bersama seluruh jajarannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Seperti arahan Pak Bupati, kita akan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Intinya, tidak boleh lagi ada kendala, kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam berurusan ke kantor Camat, dan Puskesmas dan seluruh jajaran,” tegas Basaia.(Lud)

 

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Pematangsiantar - Hotmaida Rumapea, ibu yang baru melahirkan empat bulan lalu tak henti mengucurkan buliran air mata. Sesekali ia terisak sembari menatap huniannya selama ini digusur oleh operator ekskavator yang dikawal ketat Satpol PP, Kamis (26/5/2016). Hotmaida tak sendiri, total rumah milik 22 kepala keluarga di bantaran Sungai Toge, Jalan Nias Belakang, Kelurahan Toba, Siantar Selatan, digusur.

"Enggak tahu lagi kami mau tinggal di mana, kek mana lah nanti bayiku ini. Makanya kami nggak bangun rumah permanen di sini. Tinggal di manalah kami nanti. Karena orang miskinnya kami makanya tinggal di sini, kami tahu kami salah," ujar Hotmaida seperti diwartakan tribunnews.com

Setelah melihat ekskavator dihidupkan dan digerakkan ke arah rumahnya, ibu satu anak ini tampak histeris dan bercucuran air mata dan langsung berlari meminta supaya jangan dibongkar dahulu rumahnya.

Satpol PP yang melihat ibu ini menghampiri ekskavator langsung mencegah langkah ibu yang baru memiliki bayi berusia enam bulan tersebut.

"Jangan bu, kami hanya kerja, jangan dilarang, sudah tidak bisa lagi ya. Kemarin kan sudah dikasih waktu untuk bongkar sendiri," ujar seorang Satpol PP wanita menenangkan Hotmaida.

Satpol PP wanita lainnya, yang berada di lokasi juga tutut menenangkan Hotmaida yang tak henti menangis.

"Jangan hanya itu yang kamu pikirkan. Anakmu juga harus kamu pikirkan," ujar beberapa Satpol PP kepada Hotmaida.

Setelah tenang, Hotmaida pun menyampaikan kiranya mereka mendapat perhatian dari pemerintah setempat, terkhusus dari Pemerintah Kota Pematangsiantar.

"Kami masyarakat Siantar, kami diperhatikan jugalah, mau kek mana lah kami nanti. Udah begitu keluarga kami jauh semua," ujarnya masih dengan isak tangis.(SN-08)

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Pakpak Barat – Proyek perbaikan jalan di Desa Mungkur, Kabupaten Pakpak Barat, masih menjadi pertanyaan dari mana sumber dana pekerjaan proyek tersebut. Pasalnya, di lokasi pekerjaan dan juga dari keterangan pekerja, tidak diketahui sumber dana pekerjaan tersebut berasal. 

Pantauan awak media di lokasi pekerjaan, Rabu (25/05/2016) truk pengangkut matrial terlihat hilir mudik mengangkut matrial proyek berupa batu. Diduga batu tersebut bukan berasal dari Kabupaten Pakpak Barat melainkan dari Kabupaten Dairi. Proyek perbaikan jalan tersebut, sampai saat ini belum ada dipasang plank pemberitahuan asal muasal dana perbaikannya. Dan menurut salah seorang pekerja, ia sendiri tidak mengetahui dari mana sumber anggaran pekerjaan tersebut. "Kami hanya pekerja dan tidak mengerti dari mana sumber dana kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara salah seorang warga, A Padang juga mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia sendiri merasa bingung mengenai status jalan di daerah tersebut. “Sumber anggarannya mungkin dari Provinsi atau dari Kementerian, saya juga kurang tahu,” ungkapnya. (Cbm)

User Rating: 2 / 5

Star activeStar activeStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Belawan– Akhirnya, satu dari dua pelaku perompak reporter Salam TV yang melakukan aksinya di perairan Belawan berhasil diringkus oleh petugas di Aceh. Kejadian perompakan yang terjadi pada Rabu (27/04/2016) lalu tersebut membuat salah seorang reporter tewas.

Informasi diperoleh dari www.tribun-medan.com. Penangkapan pelaku atas kerjasama yang dilakukaan Sat Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan dengan pihak kepolisian di Aceh. Atas kerjasama tersebut pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Pelabuhan Belawan untuk ditindaklanjuti.

Kasat Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan, AKP Bambang Gunanti Hutabarat mengatakan, saat ini pelaku masih diperiksa oleh penyidik. "Ya sudah (kami tangkap), tapi nanti dulu lah ya. Soalnya masih kami kembangkan lagi," kata Bambang Rabu (25/5/2016).

Sebelumnya, kasus perompakan yang terjadi pada Rabu (27/4/2016) lalu di Perairan Belawan ini menewaskan wartawan Salam TV bernama Zulfan Sayful (38). Zulfan tewas tenggelam setelah sempat bergumul dengan perompak di atas kapal.

Saat itu, Zulfan dan tiga orang kru Salam TV beserta seorang ustadz baru saja menyelesaikan rekaman untuk acara ramadhan. Saat diperjalanan menuju darat, kapal Izah GT yang ditumpangi korban dipepet dua orang perompak.

Mereka merampas tas berisi kamera Canon D5 beserta aksesoris yang bernilai Rp200 juta. Tak mau kehilangan barang-barangnya, Zulfan berusaha melompat ke kapal pelaku. Sayangnya, Zuldan terjatuh ke air dan tewas tenggelam. (Sn-03)

Advertisement