25
Wed, May
14 New Articles

Top Stories

Grid List

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

 

SIMANTAB.COM, Siantar – Brankas milik Kantor Pusat GKPS di Jalan Pdt Wismar Saragih, Kelurahan Bane, Siantar Utara, Sumatera Utara, dibobol maling. Kejadian tersebut baru diketahui Rabu (25/06/2016) pagi. Para pelaku berhasil melarikan uang puluhan juta rupiah.

Kejadian tersebut baru diketahui saat Hotman Tambunan yang bertugas negunci pintu bangunan kantor pusat GKPS tersebut membuka pintu Biro Keuangan dan melihat pintu sudah terbuka dengan engsel rusak. Selanjutnya dilihatnya brankas sudah berpindah tempat dan terbuka. Selanjutnya, ia melaporkan hal tersebut ke Satpam GKPS.

Selasa sore ia mengakui bahwa belum menutup pintu belakang karena masih ada staf yang bekerja dan menitipkan kunci belakang kepada staf tersebut yang diketahui bernama Tomy Purba. Selanjutnya, ia tidur dan kemudian terbangun sekira pukul 23.00 WIB untuk melihat kondisi sekitar bangunan kantor. Hanya saja, saat itu ia tidak melihat hal yang aneh. Dan, ia mengaku tidak mendengar suara keributan apapun di sekitaran bangunan kantor.

“Jam 11 malam masih keliling aku dan ku kasih gembok sama si Tomy,” katanya.

Sementara Tomy mengaku bahwa malam itu ia baru pulang dari kantor sekira pukul 23.30 WIB. Dan saat kejadian terjadi ia tidak menemukan hal yang aneh ataupun hal lainnya. “Aku ada kerjaan untuk menyusun buku, hampir jam 12 malam aku baru pulang dan Hotman masih sempat mengasi gembok sama aku,” ucapnya.

Ivo Maria Saragih, kasir Kantor Pusat GKPS mengatakan, di brankas tersebut mereka menyimpan uang kolekte sekitar Rp 80 juta. “Belum tahu berapa karena uang besar semua yang dibawa malingnya,” ucapnya.

Dan, Kapolsek Siantar Utara, Poltak Simatupang membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Diduga pelaku masuk dari jendela dan kemudian mengambil isi brankas serta reciver CCTV. “Kita masih selidiki kasus ini, saksi-saksi sedang kita periksa,” ucapnya. (lud)

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Medan - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Sumatera Utara Dodi Sutanto alias Dodi menjalani sidang dakwaan di ruang Cakra II Pengadilan Negeri Medan, Rabu (25/5/2016) sore. Dodi diadili lantaran menyebar berita miring terkait pengusaha terkenal asal Medan, H Anif Shah.

Dikutip dari laman tribunnews.com, dalam amar dakwaan jaksa, Dodi dianggap mencemarkan nama baik H Anif Shah dan keluarganya. "Bahwa pada Jumat 18 Oktober 2015 berdasarkan keterangan saksi-saksi, pada akun Facebook terdakwa Dodi Sutanto terdapat tautan berita dari website Medanseru.co tertanggal 16 Oktober 2015 dengan judul, KPK Tahan Anif Shah dan Ajib Shah, Alhamdulillah Ribuan KK Teraniaya di Sumut Hidup Tenang. Tautan tersebut dibagikan saksi Muhammad Habibi antara lain ke dinding akun Facebook milik terdakwa Dodi Sutanto," kata jaksa penuntut umum (JPU) Fatah di hadapan majelis hakim Parlindungan Sinaga.

Menurut jaksa, setelah tautan itu dibagikan saksi M Habibi, terdakwa Dodi tidak menghapusnya. Dodi juga tidak melakukan klarifikasi kepada H Anif Shah, sehingga para saksi yang melihat bisa mengakses isi berita tersebut.

"Bahwa pada Selasa 10 November 2015, berdasarkan keterangan saksi-saksi, pada akun Facebook terdakwa Dodi Sutanto alias Dodi terdapat tautan berita dari website Medanseru.co tanggal 10 Juli 2015 dengan judul, Kasus Penyuapan Hakim PTUN Medan Diduga Libatkan Gubsu dan Anif Shah. Tautan tersebut kemudian diposting sendiri oleh terdakwa Dodi Sutanto di dinding akun Facebook-nya, sehingga dapat dibaca oleh setiap orang," ujar jaksa.

Atas perbuatannya tersebut, JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan ini mendakwa Dodi atas pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (1) UU RI No11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Usai mendengarkan dakwaan jaksa, Dodi sendiri menyerahkan kasus ini sepenuhnya pada penasehat hukumnya (SN-02)

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Pakpak Barat – Proyek perbaikan jalan di Desa Mungkur, Kabupaten Pakpak Barat, masih menjadi pertanyaan dari mana sumber dana pekerjaan proyek tersebut. Pasalnya, di lokasi pekerjaan dan juga dari keterangan pekerja, tidak diketahui sumber dana pekerjaan tersebut berasal. 

Pantauan awak media di lokasi pekerjaan, Rabu (25/05/2016) truk pengangkut matrial terlihat hilir mudik mengangkut matrial proyek berupa batu. Diduga batu tersebut bukan berasal dari Kabupaten Pakpak Barat melainkan dari Kabupaten Dairi. Proyek perbaikan jalan tersebut, sampai saat ini belum ada dipasang plank pemberitahuan asal muasal dana perbaikannya. Dan menurut salah seorang pekerja, ia sendiri tidak mengetahui dari mana sumber anggaran pekerjaan tersebut. "Kami hanya pekerja dan tidak mengerti dari mana sumber dana kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara salah seorang warga, A Padang juga mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia sendiri merasa bingung mengenai status jalan di daerah tersebut. “Sumber anggarannya mungkin dari Provinsi atau dari Kementerian, saya juga kurang tahu,” ungkapnya. (Cbm)

User Rating: 2 / 5

Star activeStar activeStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Belawan– Akhirnya, satu dari dua pelaku perompak reporter Salam TV yang melakukan aksinya di perairan Belawan berhasil diringkus oleh petugas di Aceh. Kejadian perompakan yang terjadi pada Rabu (27/04/2016) lalu tersebut membuat salah seorang reporter tewas.

Informasi diperoleh dari www.tribun-medan.com. Penangkapan pelaku atas kerjasama yang dilakukaan Sat Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan dengan pihak kepolisian di Aceh. Atas kerjasama tersebut pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Pelabuhan Belawan untuk ditindaklanjuti.

Kasat Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan, AKP Bambang Gunanti Hutabarat mengatakan, saat ini pelaku masih diperiksa oleh penyidik. "Ya sudah (kami tangkap), tapi nanti dulu lah ya. Soalnya masih kami kembangkan lagi," kata Bambang Rabu (25/5/2016).

Sebelumnya, kasus perompakan yang terjadi pada Rabu (27/4/2016) lalu di Perairan Belawan ini menewaskan wartawan Salam TV bernama Zulfan Sayful (38). Zulfan tewas tenggelam setelah sempat bergumul dengan perompak di atas kapal.

Saat itu, Zulfan dan tiga orang kru Salam TV beserta seorang ustadz baru saja menyelesaikan rekaman untuk acara ramadhan. Saat diperjalanan menuju darat, kapal Izah GT yang ditumpangi korban dipepet dua orang perompak.

Mereka merampas tas berisi kamera Canon D5 beserta aksesoris yang bernilai Rp200 juta. Tak mau kehilangan barang-barangnya, Zulfan berusaha melompat ke kapal pelaku. Sayangnya, Zuldan terjatuh ke air dan tewas tenggelam. (Sn-03)

User Rating: 5 / 5

Star activeStar activeStar activeStar activeStar active

SIMANTAB.COM, Medan – Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, babak belur setelah dipukuli oleh pengendara sepedamotor. Aksi pemukulan secara membabi buta tersebut diawali saat pelaku menatap tajam ke arah petugas Dishub, Rabu (25/06/2016).

Pegawai Dishub Medan yang bernama Human Hutagaol (47), awalnya melaksanakan tugasnya di Jalan Dr Mansyur, Medan. Pria yang tinggal di Komplek Perumahan Lau Bakri ini tidak menduga sebelumnya bahwa ia akan dipukuli oleh Yusman Laoli (30), yang saat itu tengah melintas di tempat dia bertugas. 

Tak terima dibabakbelurkan saat bertugas, Human lalu melaporkan warga Jalan Bunga Kantil III, Lingkungan XVI, Kelurahan PB Selayang II, Medan Selayang, ke Polsek Medan Sunggal. Mulanya, pelaku sempat menghentikan sepedamotornya dan melihat tajam ke arah korban, selanjutnya pelaku melanjutkan perjalanan dan tak lama balik arah dan langsung turun dari sepedamotornya serta menyerang korban dengan tangannya.

“Pelaku pun memukul saya tanpa ada alasan jelas, dia juga mengancam saya dengan batu, jika saya kabur,” kata Human seperti yang dilansir Medansatu.com. 

Beruntung, korban sempat menghubungi teman-temannya dan kemudian mengamankan pelaku. Dan, saat ini korban sudah dibawa ke Mapolsek Medan Sunggal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.  “Pelaku pun ditangkap kawan-kawan saya dan langsung dibawa ke Mapolsek Medan Sunggal ini,” bebernya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, Iptu Nur Sutiono SH mengatakan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut. “Sedang kita proses, sabar ya,” terangnya. (Sn-03)

User Rating: 5 / 5

Star activeStar activeStar activeStar activeStar active

SIMANTAB.COM, Jakarta - Dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri

Keuangan Bambang Brodjonegoro, Selasa (24/5/2016), terungkap sebanyak 6.519

Warga Negara Indonesia (WNI) menyimpan dananya di luar negeri. Dana tersebut

diparkir di negara surga pajak atau Tax Heaven. 

Menyikapi hal itu, anggota Komisi Keuangan DPR-RI asal Fraksi PDI Perjuangan

Eva Sundari menaruh apresiasi atas kinerja intelijen. 

"Kita apresiasi kerja intelijen yang berhasil mengungkap identitas asli pemilik

rekening-rekening tersebut. Ini temuan serius yang harus dituntaskan,” ujar Eva

Sundari di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta.

Tapi, sergahnya kemudian, tentu harus digunakan asas praduga tidak bersalah.

Apalagi Indonesia tidak menganut pembuktian terbalik. “Jadi data tersebut perlu

dicluster. Yang sudah clear dan clean bisa jadi obyek tax amnesty, sehingga

menjadi pembanding dari data yang diperoleh melalui self assesment WP," papar

Selain itu, tambah dia, data tersebut juga berpotensi menjadi tambahan wajib pajak

baru di kemudian hari. Sedangkan data yang tidak clean, menurut dia, bisa

dilanjutkan ke tahap berikutnya kepada penegak hukum.

“Misalnya terkait kejahatan money laundering atau penggelapan pajak, penyidik bisa

mencari data dan bukti hukum terkait dengan bukti tersebut untuk kemudian

diproses di ranah hukum,” tandasnya.

Sementara Menteri Bambang menerangkan bahwa dana tersebut ditemukan atas

penelusuran intelijen yang mengacu pada data resmi.

" Data intelijen yang kami miliki, pertama, dasarnya kuat karena data resmi. Meski

pun intelijen memiliki data resmi dari otoritas yang resmi, mohon maaf tidak bisa

disampaikan secara detil,” ujar Bambang.

Kemudian kedua, lanjut dia, hal ini mencakup hubungan antara dua negara,

mencakup rekening bank WNI di kedua negara tadi.

Dia mengaku bahwa penemuan atas dana WNI di bank luar negeri itu tidaklah

sederhana. Sebab, data yang diterima tidak menggunakan nama pribadi langsung

melainkan atas nama suatu badan yang digunakan untuk tujuan khusus atau Spesial

Purpose Vehicle/SPV. (Edo/Obor)

Market Movers

Yahoo! Inc.

NMS : YHOO - 24 May, 4:00pm
37.53
+0.87 (+2.37%) After Hours:
Open 36.85 Mktcap 35.62B
High 37.63 52wk Hight 43.78
Low 36.77 52wk Low 26.15
Vol 10.62M Avg Vol 14.82M
Eps 0.50 P/e
Currency: USD

Alphabet Inc.

NMS : GOOG - 24 May, 4:00pm
720.09
+15.85 (+2.25%) After Hours:
Open 706.86 Mktcap 494.38B
High 720.97 52wk Hight 789.87
Low 706.86 52wk Low 515.18
Vol 1.93M Avg Vol 1.87M
Eps 33.60 P/e 29.30
Currency: USD

Apple Inc.

NMS : AAPL - 24 May, 4:00pm
97.90
+1.47 (+1.52%) After Hours:
Open 97.22 Mktcap 536.24B
High 98.09 52wk Hight 132.97
Low 96.84 52wk Low 89.47
Vol 35.15M Avg Vol 38.65M
Eps 8.28 P/e 10.90
Currency: USD
Advertisement

Top Stories

Grid List

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Jakarta -  Raffi Ahmad dan Nagita Slavina telah menikah lebih dari satu tahun lamanya. Dari rumah tangga itu, keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Rafathar Malik Ahmad. Raffi Ahmad dan Nagita Slavina memang selalu menjadi sorotan publik karena kehidupan pernikahannya yang terlihat sempurna.

Namun, dibalik hubungan mereka, banyak juga masyarakat yang menilai hubungan mereka terlihat berlebihan, termasuk Ayu Ting Ting. Hal ini ia tunjukkan kala tampil di sitkom di salah satu stasiun televisi swasta seperti dilansir liputan6

Seakan-akan iri dengan kemesraan Raffi dan Gigi, Ayu Ting Ting melontarkan kalimat pedas terkait hubungan pernikahan sahabatnya. "Eh dasar norak lu, laki-bini (suami-istri) sok-sokan romantis lu, entar juga lama-lama lu bubar," ujar Ayu Ting Ting.

Memang, ketidaksukaan yang ditunjukan oleh Ayu Ting Ting tidak bermaksud benar alias bercanda. Tapi, karena candaannya yang termasuk kelewatan ini, ia malah dihujat oleh netizen.Mendengar perkataan Ayu Ting Ting, membuat para penonton serta Raffi Ahmad dan Nagita Slavina langsung kaget dibuatnya. Gigi pun langsung mengatakan,"Allahuakbar!" Sambil memeluk sang suami, Gigi tampak sangat terkejut mendengar kalimat yang terlontar dari salah satu sahabat sang suami. Raffi Ahmad pun tak kalah kaget. Wajahnya menunjukkan ekspresi ketakutan. 

Beberapa netizen pun langsung menuliskan kekesalannya karena omongan Ayu Ting Ting yang kelewatan. Kebanyakan dari netizen menyesalkan perkataan Ayu Ting Ting yang mungkin hanya sebatas bercanda saja.

Seperti salah satu netizen menuliskan, "Satu aja mba, kalo mau ngelucu ya ngelucu yg sehat, masa dari kemarin alasannya mau ngelucu atau apa kena imbasnya (kasus yg Katanya mau "ngelucu") anda dibayar loh, artis itu panutan fansnya, jd jangan buat kecewa fans2 kamu dengan perbuatan, jgn ujung2nya bilang khilaf, kasian mereka yg kena imbas dengan kata2 kamu, itu aja sih, ini kritik loh, bukan bashing ya, makasih." 

"Mgkn niatnya bercanda... tnp tau becandaan nya itu kelewat batas atau tidak... yaaa semoga raffi dan gigi bisa makhlumi aja terutama buat gigi pst bener kaget dgr becandaan dr ayu bgitu sabar yah gigi... mudah2an raffi dan gigi baik2 aja dan buat kak ayu sdkit dirubah yah tutur kata becandanya, goodluck buat kalian," tulis akun @putriaurellia13.

"Sekedar kritik aja smg ayu ting ting bisa menerima...candaan atau lawakan ny jgn brlebihan...niatny brcanda tp beda ora lain org beda persepsi saya lihat juga kaget..ko sampai ngomong bgtu yaa...giginya kaget bgt," tulis @asmarina0109.

Atau salah satu netizen yang merasa jengah dengan candaan Ayu Ting Ting yang semakin kelewatan, "kok mulut ayu makin hari makin ngejablak aja .. Ngehibur2 sih tapi gak segituny juga."(SN-02)

 

Upcoming Events

Advertisement