Published On: Fri, Mar 22nd, 2013
Sorot | oleh admin

Pimpinan PLN Kabanjahe Diduga ‘Bisniskan’ Aset Negara

Share This
Tags

Trafo yang dipasang di tiang diduga tidak menggunakan pengaman
Karo|pardi simalango

Walau beresiko tinggi terhadap keamanan pelanggan, Kepala PLN Ranting Kabanjahe Tetty Tambunan diduga tega ‘bisniskan’ perangkat jaringan PLN yang merupakan aset negara.
Perangkat tersebut adalah satu buah trafo gantung tanpa pengaman, tiang dan kabel aliran arus diduga tidak sesuai standart pln, dipasang di areal Simpang Nang Belawan Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.
Tudingan ‘bisnis’ itu berdasarkan informasi dari beberapa konsumen yang mengaku ada kutipan kurang lebih Rp1, 9 juta setiap Kepala Keluarga (KK) untuk mendapatkan arus listrik.
Seperti dikatakan P. Purba (45) warga Simpang Nang Belawan, yang mengaku harus membayar Rp 1,9 juta agar bisa mendapat pasangan arus listrik untuk rumah yang baru dibangunnya.
“Kami semua yang disini diwajibkan membayar uang Rp 1,9 juta agar bisa mendapat arus listrik. Makanya saya heran, tapi daripada sama sekali tidak terpasang listrik mau tidak mau kami turuti juga, walau berkesan tipuan. Kalau tidak percaya, tanyai saja warga yang baru memasang listrik di sekitar sini,” ujarnya, ketika sejumlah wartawan dan LSM investigasi ke lokasi, Rabu (20/3).
Sesuai pantauan sejumlah wartawan dan LSM di lapangan, komponen listrik jenis trafo gantung yang dipasang oleh pihak PLN ranting Kabanjahe tidak menggunakan pengaman (LVC-RED), dan tiang penopang kabel terbuat dari besi plat tipis sehingga sebagian tiang sudah tampak bengkok.
Menurut sumber di lapangan, bahwa keberadaan komponen yang terpasang tersebut sangat membayahakan para penggunan jalan terlebih-lebih para konsumen.
“Ini sangat berbahaya karena arus tegangan tinggi itu sangat berpengaruh dengan trafo gantung yang tidak memiliki Arister pengaman (LVC). Tiang yang terpasang ini pun tidak lagi sesuai standart, dan tak layak lagiterlebih lebih di lokasi areal pinggir jalan besar,” ujar sumber mengaku marga Surbakti.
Lanjut Surbakti, kalau masalah kutipan uang tersebut, tidak terlalu fatal akan resiko yang bakal diterima oleh konsumen. Karena hal itu paling berurusan dengan pihak yang berwenang.
Namun, jika ditinjau dari segi keamanan konsumen, pihak PLN Ranting Kabanjahe sudah terlalu berani dan tega memasang perangkat komponen listrik berkulitas rendah rendah itu hanya demi memikirkan kontribusi pribadi.
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala PLN Ranting Kabanjahe Tety Tambunan melalui Kepala Bagian Distribusi Jaringan Hasan Bahri , Kamis (21/3) di ruang kerjanya mengatakan, bahwa pihaknya tidak mengetahui pemasangan jaringan di areal Simpang Nang Belawan tersebut.
Namun setelah didesak sejumlah wartawan, akhirnya Hasan mengakui bahwa pihaknya pernah memasang perangkat komponen jaringan listrik untuk mengisi titik arus konsumen pada bulan 12 tahun 2012 lalu. Namun dia bersikukuh tidak pernah mengutip uang untuk imbalan jaringan yang dipasang.
Hasan juga tersentak, ketika disinggung soal trafo gantung yang tidak menggunakan pengaman.
“Ini pasti ada orang tertentu yang memberitahukan sama wartawan dan LSM, karena cuma pihak kami yang memahami hal ini. Saya sudah tau siapa oknum yang menyuruh kalian,” ujarnya dengan wajah merah sembari menyebut nama oknum yang membuka rahasia resiko komponen yang terpasang.

Tentang Penulis

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>