Published On: Fri, Mar 22nd, 2013
Hukum | oleh admin

Jaksa Periksa Anggota Kelompok Tani Sariah

Share This
Tags

Terkait Dugaan Korupsi Ternak Lembu Rp 500 Juta

Simalungun | batara saragih
Penyidikan terhadap dugaan korupsi pengadaan ternak lembu sebesar Rp500 juta terus ditingkatkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, bahkan anggota kelompok tani Sariah (Poktan) telah diperiksa.
Hal itu dibenarkan Kasie Pidsus Kejari Simalungun, Edmon N Purba SH, saat dikonfirmasi wartawan diruang salah seorang tim jaksa, Kamis (21/3).
Dijelaskannya, pihaknya telah memanggil 6 orang, masing-masing anggota Poktan Sariah, namun hanya dua orang saja yang datang dan saat itu juga langsung diperiksa tim jaksa.
Ketika ditanya nama-nama mereka yang dipanggil, Edmond belum sempat menjawabnya karena mendadak ada panggilan lewat HP dan saat itu juga pergi meninggalkan ruang kerjanya.

Sementara itu, salah seorang tim jaksa, Saut Benhard Damanik SH yang mendampingi Edmond, menambahkan, jumlah saksi yang akan diperiksa lumayan banyak namun nama-nama saksi tersebut belum bisa disampaikan.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa dugaan korupsi ini melibatkan FS (33), selaku ketua kelompok tani Sariah, warga Sondi Raya, kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Untuk mengungkap kasus ini, setidaknya lima jaksa ditugaskan yaitu, Edmon N Purba SH, Kasie Pidsus, Josron S Malau SH, Julius M Butar-Butar SH, Saut Benhard Damanik SH dan Victor M Situmorang SH. Surat perintah penyidikan ini dengan nomor-Print-01/N.2.24/Fd.1/03/2013 dikeluarkan pada Rabu, 13 Maret 2013 yang ditandatangani oleh Kajari Simalungun, Polin O Sitanggang SH MH MM.

Hal ini dibenarkan Kajari Simalungun, melalui Josron S Malau SH, selaku Humas Kejari Simalungun, didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus ( Kasie Pidsus), Edmond N Purba SH, di ruang kerjanya, saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Dugaan tindak pidana korupsi itu, kata Josron, dalam kegiatan penerima bantuan penyediaan ternak jenis lembu dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Utara tahun 2012 senilai lima ratus juta rupiah yang dilakukan oleh ketua kelompok Tani Sariah, FS.

Ditambahkan Edmond, perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh ketua kelompok tani Sariah tersebut yaitu dalam hal penggunaan dana bantuan tersebut yang tidak sesuai dengan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis-RUK serta jumlah lembu yang tidak sesuai dengan Rencana Usulan Lanjutan ( RUL),katanya.

Katanya lagi, dana bantuan masuk ke rekening ketua kelompok tani Sariah pada tanggal 6 Juli 2012 dan diberikan dengan tiga tahap yaitu tahap pertama sebesar empat puluh persen, tahap kedua tiga puluh persen serta tahap ketiga juga tiga puluh persen

Ditegaskan Edmond, ada tiga puluh satu ekor lembu, diantaranya tiga puluh ekor betina dan satu ekor jantan. Namun kenyataannya yaitu setelah tim ke lapangan, ternyata hanya ada lima belas ekor lembu yang diberi tanda di kupingnya, sementara yang lainnya tak ada. Sehingga dalam hal ini, Negara dirugikan senilai lima ratus juta rupiah, tandasnya.

Tentang Penulis

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>