Published On: Fri, May 31st, 2013

Kades Sigotom Julu Resmi Ditahan

Share This
Tags
 Tersangka Immer Tambunan saat diperiksa di ruangan Kanit Tippikor Polres Taput


Tersangka Immer Tambunan saat diperiksa di ruangan Kanit Tippikor Polres Taput

Taput Simantab.com – Kepala Desa (Kades) Sigotom Julu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Immner Tambunan yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (BKPSU) sebesar Rp 50 juta, resmi ditahan.

Ini sesuai dengan hasil pemeriksaan satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Taput, Rabu (29/05/2013) mulai pukul 15.00 -17.00 Wib. Berdasakan hasil pemeriksaan, terhadap tersangka dinyatakan bersalah dan akhirya resmi ditahan di Mapolres Taput.

Kanit Tipikor Polres Taput Inspektur Polisi Dua Krisnat Napitupulu melalui Kasubbag Humas Ajun Inspektur Polisi Dua W Baringbing, Kamis (30/05/2013) kepada sejumlah wartawan, menyatakan dari hasil pemeriksaan dana BKPSU kepada pemerintah desa di Kabupaten Taput Tahun Anggaran (TA) 2012 sebesar Rp 50 juta bagi setiap desa, pada bulan Mei 2012 Desa Sigotom Julu mendapat bantuan tersebut.

Kemudian Immer Tambunan mengikuti sosialisasi tingkat provinsi di Lembaga Pendidikan Pertanian (LPP) di Medan selam tiga hari. Selajutnya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memberikan kesempatan kepada setiap kades unuk mempersipkan proposal desa untuk diserahkan kepada Badan Pmeberdayaan Masyarakat dan Pemeritahan Desa ((Bapenmas Pemdes) Provinsi Sumatera Utara.

Namun tersangka tidak mempersiapkan proposal tersebut, dan ternyata proses pembuatan proposal desa yang dipimpinnya terlambat. Bulan November 2012, tersangka selesai membuat proposal BKPSU untuk desanya, dan selanjutnya menyerahkan sendiri kepada pihak Bapemmas Sumut.

Berselang satu bulan, kemudian tepatnya pada 17 Desember 2012, dana BKPSU ditransfer ke rekening Pemerintah Desa Sigotom Julu sebesar Rp 50 juta. Tanggal 19 Desember 2012.

Tersangka kemudian menarik semua dana BKPSU dari rekening Pemerintah Desa. Namun penarikan tidak didukung dengan bukti pengeluran yang lengkap dan sah. Dana tersebut dipergunakan sendiri, dan tidak diberitahu tersangka kepada tim pelaksana kegiatan BKPSU.

“Sampai saat ini tersangka tidak bisa mempertanggungjawabkan dana APBD Desa tahap 2012, termasuk keuangan pemerintah yang telah diberikan oleh provinsi,” ujar Baringbing.

Menurutnya, Immer Tambunan dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum, karena saat menggunakan dana BKPSU tersangka tidak melakukan sosialisasi di tingkat Desa Sigotom Julu tentang bantuan tersebut. Selain itu, tidak melakukan musyawarah perencanaan pembangunan desa tentang bantuan BKPSU, dalam pembuatan peraturan desa tersangka, termasuk tak melibatkan BPD dan perangkat desa.

“Penarikan dana BKPSU dari rekening desa tanpa sepengetahuan perangkat desa. Bantuan BKPSU juga tidak dimanfaatkan untuk pembangunan desa, dan uang Rp 40 juta yang berasal dari APBD Desa Sigotom Julu disimpan ke rekening tersangka,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, saat ini tersangka telah resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Taput. Pihaknya juga menyita barang bukti, berupa satu bundel proposal ke Bapenmas Pemdes Sumut tentang dana BKPSU TA 2012 untuk bantuan ke Desa Sigotom Julu.

“Kita juga menyita uang Rp 40 juta dari tersangka, dan saat ini dititipkan di Bank BRI Unit Pangaribuan,” sebutnya
Baringbing menambahkan, tersangka dikenakkan pasal 8 UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001, pasal 9 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Padana Korupsi, dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun.

Penulis :D ompak Sihombing
Editor :Rafael

Tentang Penulis

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>