27
Fri, May
33 New Articles

Top Stories

Grid List

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

 SIMANTAB.COM, Tanah Jawa – Bupati Simalungun, DR JR Saragih menyempatkan diri meninjau pelaksanaan Pelayanan Kesehatan dan Pelayanan Kependudukan yang dilakukan Pemkab Simalungun, di Kampung Melayu, Kecamatan Tanah Jawa, Jumat (27/05/2016).

Kunjungan Bupati ke lokasi pelaksanaan kegiatan sosial tersebut, terbilang di luar agenda. Sebelumnya, Bupati bersama keluarga sedang mengikuti upacara pemberkatan pernikahan keponakannya, di Aek Bottar, Kecamatan Hatonduhan. Usai menghadiri upacara pernikahan itu, Bupati Simalungun, didampingi sejumlah pejabatnya, termasuk Camat Tanah Jawa, Basaia Samosir langsung menuju lokasi.

    KUNJUNGAN BUPATI

Dalam kunjungan itu, Bupati disambut hangat oleh ratusan warga berkumpul di lokasi pelaksanaan pelayanan kesehatan, dan pelayanan administrasi kependudukan. Di tempat ini, Bupati pun menyempatkan diri berdialog dengan masyarkat, yang secara umum menilai kegiatan tersebut harus dilanjutkan, karena sangat memudahkan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Simalungun lantas memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan, dr Jan Maurisdo Purba untuk melakukan penanganan lanjut terhadap dua orang pasien remaja, yakni Arianto (14), dan Arpan (10). Kedua remaja ini, saat pemeriksaan dilakukan, diketahui menderita penyakit yang terbilang serius, hingga dirasa butuh penanganan yang lebih intensif.

Sementara itu, dr Jan Maurisdo, usai menerima arahan dari Bupati mengatakan, kedua pasien tersebut diperkirakan menderita gangguan pada saraf punggung. Keduanya, direncanakan akan dirawat di RS Efarina Etaham, di Berastagi. Hanya saja, keduanya akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan awal di RSUD Rondahaim, Pamatang Raya. “Rencananya ke RS Efarina, Berastagi. Namun, akan dibawa ke RSUD Raya dulu,” jelas dr Koteng, panggilan akrab dr Jan Maurisdo. (Lud)

 

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Siantar – Mobil Dinas Kesbangpol Simalungun terjaring razia saat melintas di Jalan Merdaka, Pematangsiantar. Sang supir tidak kena sanksi tilang, hanya terkena sanksi teguran oleh petugas Kepolisian Polres Siantar. 

Informasi dihimpun, pengendara tersebut langsung diminta oleh petugas Polres Siantar untuk mengganti plat kendaraan tersebut dengan plat merah. Selanjutnya, dengan cekatan sang supir langsung mengganti plat dengan plat yang semestinya.

Dalam akun facebook yang diunggah oleh Ando Maraja Paga dituliskannya “Terkena razia supir pegawai dinas yang satu ini terpaksa harus buru buru mengganti plat aslinya (merah) yang sebelumnya terpasang plat hitam saat terkena Ops Toba di Jalan Sudirman Pematangsiantar......ada ada saja!”.

Terlihat dalam akun tersebut mobil dinas warna biru tersebut sedang diganti platnya oleh sang supir. (Sn-07)

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Siantar – Isak tangi puluhan warga Jalan Nias Belakang, mengiringi penggusuran puluhan rumah yang dibangun di bantaran Sungai Toge, Kamis (26/5/2016). Hanya saja, isak tangis, bahkan teriakan histeris warga tak mampu menghentikan jalannya eksekusi.

Kakan Satpol PP Pematangsiantar, Julham Situmorang mengatakan, penggusuran terhadap puluhan rumah di bantaran kali, merupakan kebijakan dari pemerintah Kota Pematangsiantar, untuk mensterilkan bantaran sungai dari bangunan liar. " Ini perintah untuk sterilisasi. Sebelumnya, sudah disosialisasikan, dan sudah kami peringatkan secara tertulis lewat pemberitahuan,” jelas Julham.

Amatan wartawan di lokasi, kedatangan ratusan personil Satpol PP, yang dibantu prajurit TNI-AD, plus sejumlah alat berat sempat membuat warga heboh. Mereka tidak menduga, jika surat peringatan yang mereka terima beberapa waktu lalu, akan dieksekusi langsung pada hari ini. Mereka pun sempat melakukan perlawanan. Namun, hal tersebut tidak menghalangi eksekusi yang dikomandoi Satpol PP.

Setelah satu persatu rumah warga dirubuhkan dengan eskavtor, sejumlah warga yang menjadi  korban penggusuran terlihat mengumpulkan material bangunan bekas rumah mereka. Seperti seng, broti, bahkan beberapa batang besi.(Lud)

 

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Medan – Seoarng Polisi wanita berpangkat Brigadir berinisial IV yang bertugas di Polresta Medan diamankan petugas Badan Narkotika Nasional Porvinsi (BNNP) Sumatera Utara, saat menggelar razia di karaoket Stroom, Gedung Selecta, Jalan Listrik, Kamis (26/05/2016).

 

"Benar, ada kami amankan. Sekarang, yang bersangkutan masih diperiksa,” kaa Kasi Brantas BNNP Sumut, AKBP Agus Halimuddin, seperti dikutip dari Tribun Medan, Jumat (27/5/2016) siang.

Menurut Agus, Brigadir IV diamankan, ketika pihaknya tengah berburu seorang bandar ekstasi kelas wahid di Kota Medan. Malam itu, kata Agus, pihaknya mendapat informasi, orang yang dicari tengah berada di Stroom. "Saat kami melakukan pengembangan, di tempat itu ada saudara IV. Tapi, tidak ada barang bukti dari tangannya,” jelas mantan Wakapolres Simalungun ini.

Lantas, apa hubungan antara Brigadir IV dengan gembong narkoba yang tengah diburuh BNNP itu, Agus Halimuddin mengatakan, sesuai informasi yang mereka terima, konon, kedua sejoli itu memang saling mengenal.  "(Informasinya), hubungannya mereka berteman. Tapi kalau intensnya gimana, saya tidak tahu," kata Agus. 

Hingga saat ini, sambung Agus, hasil tes urine Brigadir IV belum diketahui. Kemungkinan, sore nanti hasil urine Brigadir IV bisa diketahui. Informasi berkembang di lapangan menyebutkan, BNNP Sumut tengah memburu bandar berinisial N. Diduga kuat, N adalah pemasok ekstasi di Kota Medan.(Sn-03)

 

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Sibolga Diusianya yang masih sangat belia, R br Silalahi (4), sama sekali tidak mendapatkan kasih sayang sebagai mana mestinya. Alih-alih menjadi kesayangan keluarga, balita yang beralamat di Jalan Kopral Galung, Kecamatan Sibolga Selatan ini malah menjadi korban kekerasan yang dilakukan ibu, dan kakak tirinya.

Dikutip dari Suara Tapanuli, R br S mengalami sejumlah luka dan lebam di tubuhnya. Ia juga menderia pembengkakan di bawah kelopak matanya.  Selain itu, di punggung bocah ini juga ditemukan luka lebam, dan bekas luka yang telah mengering. Temuan ini juga dikuatkan oleh hasil pemeriksaan tim medis RSUD DR FL Tobing yang melakukan tindakan visum terhadap bocah ini.

Terungkapnya kasus penganiayaan ini, bermula setelah R br S didapati keluarganya tengah meringis kesakitan di belakang rumahnya. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan para jiran tetangga kepada Kepling Setempat, Zendrato, yang kemudian meneruskan temuan tersebut ke kantor Polisi.

 “Adek ini (R br S) ngaku sering dipukuli abang dan ibu tirinya,” jelas Yusri Lubis, seorang tetangga korban yang ikut mendampingi ke Polres Sibolga.

Kata Yusri, penganiayaan itu dilakukan para pelaku sewaktu ayah korban pergi melaut selama berbulan-bulan lamanya. “Dua hari lalu anak ini juga mengadu kepada saya, bahwa punggung dan kepala pening setelah disepak abangnya,” kata dia.

Yusri bilang,  korban sendiri diketahui memang tinggal bersama ibu dan abang tirinya tersebut setelah ayah kandung korban menikah lagi. “Ibu kandung korban tidak diketahui keberadaannya hingga kini setelah mereka berpisah,” jelas Yusri. Untuk kasus ini, Kapolsek Sibolga, AKBP Didi Wahyudi memastikan, jika terbukti bersalah, ibu dan abang tiri korban akan dijerat dengan pasar berlapis.(Sn-03)

 

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM – Polda Sumatera Utara berhasil mengagalkan bawang merah selundupan asal India. Bawang tersebut diangkut dengan menggunakan tiga truk Cold Diesel dan para pengemudi sudah diamankan oleh pihak kepolisian. 

Penangkapan berawal saat pihak Subdit I/Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reskrimsus Poldasu mendapatkan informasi bahwa ada penyelundupan bawang merah tanpa dokumen di Jalan Arteri (depan SPBU) Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai, Rabu (25/5/2016) malam pukul sekitar pukul 22.00 WIB.

Setiap karungnya bawang ilegal tersebut seberat 9 kilogram diangkut dengan menggunakan Cold Diesel BK 9811 VP dikemudikan TS dan AM, BK 9480 YE dikemudikan K dan TB serta BK 8126 XV dikendarai AS dan MY dan setiap truknya berisi 800 karung.

Wadir Reskrimsus Polda Sumut AKBP Maruli Siahaan didampingi Kasubdit I/Indag AKBP Ichwan Lubis SH mengatakan, hasil pemeriksaan bawang import itu diduga milik HB yang masuk melalui perairan/pelabuhan tikus Teluk Nibung Tanjung Balai. "Bawang ini diangkut dari gudang/tangkahan di Jalan PT Timur Jaya Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai tujuan Kota Medan," kata Maruli seperti yang dilansir www.tribun_medan.com. (Sn-07)

Advertisement