Published On: Wed, Jun 12th, 2013

BKD Taput Usulkan 7 Honorer K-II Dicoret

Share This
Tags
Kantor BKD Taput

Kantor BKD Taput

Taput Simantab.Com – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengusulkan pencoretan terhadap tujuh orang tenaga honorer Kategori II (K-II) ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Men-PAN) dan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Ini dilakukan setelah adanya sanggahan masyarakat atas honorer K-II tersebut, hingga kemudian melalui proses pemeriksaan di Inspektorat Pemkab Taput, akhirnya diketahui, ketujuhnya terbukti kuat tidak menjadi honorer sejak 1 Januari 2005 kebawah, dan tidak terus menerus hingga saat ini bekerja.

Menurut Kepala BKD Taput Jamilin Purba, Senin (10/06/2013), sesuai dengan hasil pemeriksaan di Inspektorat, adannya kesalahan atas pengangkatan honerer K-II, maka mengusulkan pencoretan terhadap tujuh orang nama.
“Karena kuat dugaan, ketujuh honorer itu tidak diangkat sejak Januari 2005, dan terus menerus bekerja hingga saat ini sebagaimana persyaratan untuk dapat masuk di K-II,” ujar Jamilin, tanpa memberitahukan secara jelas ketujuh nama yang diusuklan dicoret.

Dikatakan, sebelum pihaknya mengumumkan sebanyak 446 orang honorer K-II, melakukan uji publik atas keabsahan nama-nama yang diumumkan tersebut, hingga kemudian BKD mendapat sanggahan dari masyarakat.

“Ternyata dari sekian nama mendapat sanggahan, hanya tujuh yang terbukti. Maknya pengusulannya sudah kita sampaikan. Karena bukan kita yang mencoret, dan hanya mengusulkan sesuai dari hasil pemeriksaan,” katanya
Sementara itu, Anggota DPRD Taput, Charles Simanungkalit saat dikonfirmasi Simantab, Selasa (11/6) mengatakan, pihaknya juga sudah menanyakan hasil proses pemeriksaan terhadap sanggahan bagi honorer K-II.

“Sesuai data dari BKD melaporkan kepada kita, ada tujuh nama yang tidak memenuhi persyaratan sebagai honorer K-II,” ujarnya.

Charles juga mengusulkan, agar pihak BKD melakukan sanksi kepada PNS Pemkab Taput yang terlibat dalam hal pemalsuan tahun pengangkatan tujuh honorer K-II dimaksud.

“Kalau memang terbukti ada pemalsuan, silahkan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Charles.

Awal bulan April lalu, BKD Taput mengumumkan data tenaga honorer K-II berjumlah sebanyak 446 orang, sekaligus melakukan uji publik, hingga akhirnya sejumlah masyarakat menyampaikan sanggahannya.

Yang termasuk dalam honorer K-II tersebut adalah pengangkatannya sejak 1 Januari 2005 kebawah dan bekerja secara terus menerus hingga saat ini. Dengan usia pada saat pengangkatan sekurang-kurangnya 19 tahun dan tidak boleh lewat dari 46 tahun per 1 Januari 2006.

Honorer K-II tidak digaji dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Namun langsung melakukan pengangkatan kepada honorer tersebut, seperti misalnya guru, maka digaji oleh sekolah bersangkutan.

Penulis :D ompak Sihombing
Editor :Rafael Barus

Tentang Penulis

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>