Published On: Tue, Jun 18th, 2013

Maestro Kulcapi Karo Tutup Usia

Share This
Tags

Djasa Tarigan

Djasa Tarigan


Karo Simanab.Com – Maestro kulcapi (alat musik Karo) Djasa Tarigan meninggal dunia di Rumah Sakit Sundari Kampung Lalang Medan sekira pukul 07.00 Wib, Senin (17/06/2013) diduga akibat serangan jantung.

Pria kelahiran Kabanjahe 19 Oktober 1963 tutup usia di usia 50 tahun. Djasa merupakan salah satu seniman yang sudah mengharumkan musik tradisional Karo, tidak hanya di kancah nasional tetapi sudah melanglang buana mempertunjukkan seni music, terlebih alat musik kulcapi Karo.

Pada saat kunjungan kru Simantab di kediamannya di Jalan Bunga Herbal Padang Bulan Medan beberapa waktu lalu saat hendak mengangkat sosoknya, sambil duduk bersila jari-jari tangan Djasa Tarigan lincah memainkan kulcapi Karo. Walau hanya bersenar dua, suara merdu petikan kulcapi oleh Djasa seakan membius kru koran ini.

Djasa sudah bermain musik sejak kecil, karena latar belakang keluarganya yang berdarah seniman. Untuk mengasah kemampuannya, Djasa berguru pada seniman tradisional Karo, Tukang Ginting (Alm) di Berastagi.

Setelah menamatkan pelatihan, anak keenam dari 10 bersaudara ini bergabung dengan grup musik tradisi dan bermain di Hotel Bukit Kubu Berastasi sejak 1982.
Permainan alami yang diperlihatkan ternyata. mendapat perhatian dari AP Pasaribu kala itu Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), dan Rizaldi Siagian yang menjabat Ketua Jurusan Etnomusikologi USU. Djasa pun ditawarkan sebagai dosen musik Karo di kampus negeri itu.

Berbagai macam penghargaan sudah diraih olehnya antara lain, Maestro Musik Karo di Leiden University Belanda tahun 2000, Maestro dari Technics di Osaka Jepang tahun 2001, Maestro Kulcapi Karo di Manila tahun 2011, Maestro dari pabrikan elektronik asal Jepang Technics, Keteng-keteng terpanjang di dunia tahun 2001.

Satu hal yang menarik dari berbagai penghargaan yang diraihnya adalah penghargaan maestro dari pabrikan elektronik asal Jepang Technics.
Menurut Djasa, penghargaan itu didapat karena mampu membuat sebuah program instrumen tradisional Karo pada keyboard di tahun 1986.

“Kok bisanya kamu kepikiran memasukkan suara musik tradisional ke keyboard, kami saja tidak sampai pikiran ke arah situ,” tuturnya menirukan ucapan salah seorang pemegang saham Technics kepadanya.

Selamat jalan maestro, walau kru koran ini belum sempat menerbitkan sosokmu, namun karyamu kan selalu tetap ada mengisi warna-warna indahnya alunan musik Karo.

Penulis |Pardi
Edior |Rafael

Tentang Penulis

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>