Published On: Thu, Jul 4th, 2013

Proyek Jalan 2012 di Karo Rugikan Keuangan Negara

Share This
Tags
foto\ilustrasi

foto\ilustrasi

Karo simantab.com Kisruh mengenai proyek jalan yang asal jadi pada tahun anggaran 2012 lalu, membuat elemen masyarakat di Kabupaten Karo angkat bicara.
Brema Pandia (45) salah satu aktifis pemerhati dan pemantau pembangunan, Rabu (03/07/2013) di Kabanjahe mengatakan, proyek jalan 2012 ditangani oleh bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) banyak yang hanya merugikan keuangan negara.

“Seperti contoh proyek peningkatan Jalan Berastagi – Gongsol sepanjang 1,3 Km x 3,5-8 meter di Kecamatan Berastagi dan Jalan Simpang Bunuraya – Bunuraya kecamatan Tigapanah,” papar Pandia.

Dia menilai, kedua pekerjaan jalan ini terdapat kekurangan volume pekerjaan aspal, sehingga merugikan keuangan negara.

Ditempat terpisah, J Ginting (58) selaku tokoh masyarakat Karo menilai, kedua pekerjaan peningkatan jalan tersebut sekilas hasilnya terlihat sempurna bagi masyarakat awam yang tidak mengerti pembangunan fisik.

“Pejabat Dinas PU Karo beranggapan saya tidak pernah dapat informasi dari masyarakat setempat. Informasi dari masyarakat menyatakan peningkatan jalan tersebut sudah pernah diperiksa fisiknya oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan penyedia barang/jasa pada tanggal 4 April 2013,” imbuhnya.

Setelah ditelusuri Simantab dan mendapat informasi dari sumber yang layak dipercaya mengatakan bahwa, kedua proyek dimaksud terdapat kurang pekerjaan yang merugikan keuangan negara/daerah.

Menurut sumber, pekerjaan peningkatan Jalan Berastagi – Gongsol di Kecamatan Berastagi dilaksanakan oleh PT Aron Ndahin Dahin dengan surat perjanjian kontrak No.620/280/PPK-BM/2012 tanggal 25 September 2012, dimana sumber dana APBD senilai Rp 5.373.603.000.

Diketahui bahwa ketebalan lataston yang terpasang bervariasi antara 2 – 5,3 cm. Sedangkan ketebalan rancangan yang dipersyaratkan dalam kontrak adalah 3 cm dengan nilai toleransi sebesar 3 mm, akibarnya terjadi kekurangan volume lataston sehingga merugikan keuangan negara.

Sementara proyek peningkatan Jalan Simpang Bunuraya – Bunuraya Kecamatan Tigapanah dilaksanakan oleh CV Batu Garut sesuai dengan perjanjian kontrak No.620/487/PPK-BM/2012 tanggal 15 Oktober 2012, senilai Rp 5,373 miliar juga terjadi kekurangan volume dan mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Kabid Bina Marga Dinas PUD Karo Paksa Tarigan, ketika dihubungi via seluler tidak menggubris, meski telah dikirim pesan singkat. Begitu juga Kepala Dinas PUD Karo, Chandra Tarigan, tidak membalas pesan singkat yang dikirimkan Simantab.

Penulis – anita
editor – rafael

Tentang Penulis

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>