27
Fri, May
28 New Articles

Top Stories

Grid List

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Siantar – Mobil Dinas Kesbangpol Simalungun terjaring razia saat melintas di Jalan Merdaka, Pematangsiantar. Sang supir tidak kena sanksi tilang, hanya terkena sanksi teguran oleh petugas Kepolisian Polres Siantar. 

Informasi dihimpun, pengendara tersebut langsung diminta oleh petugas Polres Siantar untuk mengganti plat kendaraan tersebut dengan plat merah. Selanjutnya, dengan cekatan sang supir langsung mengganti plat dengan plat yang semestinya.

Dalam akun facebook yang diunggah oleh Ando Maraja Paga dituliskannya “Terkena razia supir pegawai dinas yang satu ini terpaksa harus buru buru mengganti plat aslinya (merah) yang sebelumnya terpasang plat hitam saat terkena Ops Toba di Jalan Sudirman Pematangsiantar......ada ada saja!”.

Terlihat dalam akun tersebut mobil dinas warna biru tersebut sedang diganti platnya oleh sang supir. (Sn-07)

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Siantar – Isak tangi puluhan warga Jalan Nias Belakang, mengiringi penggusuran puluhan rumah yang dibangun di bantaran Sungai Toge, Kamis (26/5/2016). Hanya saja, isak tangis, bahkan teriakan histeris warga tak mampu menghentikan jalannya eksekusi.

Kakan Satpol PP Pematangsiantar, Julham Situmorang mengatakan, penggusuran terhadap puluhan rumah di bantaran kali, merupakan kebijakan dari pemerintah Kota Pematangsiantar, untuk mensterilkan bantaran sungai dari bangunan liar. " Ini perintah untuk sterilisasi. Sebelumnya, sudah disosialisasikan, dan sudah kami peringatkan secara tertulis lewat pemberitahuan,” jelas Julham.

Amatan wartawan di lokasi, kedatangan ratusan personil Satpol PP, yang dibantu prajurit TNI-AD, plus sejumlah alat berat sempat membuat warga heboh. Mereka tidak menduga, jika surat peringatan yang mereka terima beberapa waktu lalu, akan dieksekusi langsung pada hari ini. Mereka pun sempat melakukan perlawanan. Namun, hal tersebut tidak menghalangi eksekusi yang dikomandoi Satpol PP.

Setelah satu persatu rumah warga dirubuhkan dengan eskavtor, sejumlah warga yang menjadi  korban penggusuran terlihat mengumpulkan material bangunan bekas rumah mereka. Seperti seng, broti, bahkan beberapa batang besi.(Lud)

 

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

 

SIMANTAB.COM, Tanah Jawa – Bupati Simalungun melakukan inspeksi mendadak ke  Puskesmas, dan Kantor Camat Tanah Jawa. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Simalungun menekankan perlunya menjaga komitmen dalam menjaga kualitas pelayanan.

Dalam kunjungan itu, Bupati Simalungun diterima Camat Tanah Jawa, Basaia Samosir.  Setibanya di kantor Camat, didampingi Basaia, Bupati meninjau pelayanan masyarakat di Kantor Camat, selanjutnya ke Puskesmas Tanah Jawa. Bupati juga berkesempatan menyapa masyarakat yang kebetulan sedang berada di kantor Camat, begitu juga masyarakat yang mengantri di Puskesmas.

“Secara umum saya lihat tidak ada permasalahan. Kantor Camat, dan Puskesmas dalam keadaan bersih, dan tertata rapi. Begitu juga pelayanan berjalan dengan baik. Yang seperti ini harus dipertahankan, dan bila perlu ditingkatkan lagi,”jelas JR Saragih di sela-sela kunjungannya itu.

Menanggapi pernyataan Bupati, Camat Tanah Jawa, Basaia Samosir mengaku siap bekerja keras bersama seluruh jajarannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Seperti arahan Pak Bupati, kita akan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Intinya, tidak boleh lagi ada kendala, kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam berurusan ke kantor Camat, dan Puskesmas dan seluruh jajaran,” tegas Basaia.(Lud)

 

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Sibolga Diusianya yang masih sangat belia, R br Silalahi (4), sama sekali tidak mendapatkan kasih sayang sebagai mana mestinya. Alih-alih menjadi kesayangan keluarga, balita yang beralamat di Jalan Kopral Galung, Kecamatan Sibolga Selatan ini malah menjadi korban kekerasan yang dilakukan ibu, dan kakak tirinya.

Dikutip dari Suara Tapanuli, R br S mengalami sejumlah luka dan lebam di tubuhnya. Ia juga menderia pembengkakan di bawah kelopak matanya.  Selain itu, di punggung bocah ini juga ditemukan luka lebam, dan bekas luka yang telah mengering. Temuan ini juga dikuatkan oleh hasil pemeriksaan tim medis RSUD DR FL Tobing yang melakukan tindakan visum terhadap bocah ini.

Terungkapnya kasus penganiayaan ini, bermula setelah R br S didapati keluarganya tengah meringis kesakitan di belakang rumahnya. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan para jiran tetangga kepada Kepling Setempat, Zendrato, yang kemudian meneruskan temuan tersebut ke kantor Polisi.

 “Adek ini (R br S) ngaku sering dipukuli abang dan ibu tirinya,” jelas Yusri Lubis, seorang tetangga korban yang ikut mendampingi ke Polres Sibolga.

Kata Yusri, penganiayaan itu dilakukan para pelaku sewaktu ayah korban pergi melaut selama berbulan-bulan lamanya. “Dua hari lalu anak ini juga mengadu kepada saya, bahwa punggung dan kepala pening setelah disepak abangnya,” kata dia.

Yusri bilang,  korban sendiri diketahui memang tinggal bersama ibu dan abang tirinya tersebut setelah ayah kandung korban menikah lagi. “Ibu kandung korban tidak diketahui keberadaannya hingga kini setelah mereka berpisah,” jelas Yusri. Untuk kasus ini, Kapolsek Sibolga, AKBP Didi Wahyudi memastikan, jika terbukti bersalah, ibu dan abang tiri korban akan dijerat dengan pasar berlapis.(Sn-03)

 

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM – Polda Sumatera Utara berhasil mengagalkan bawang merah selundupan asal India. Bawang tersebut diangkut dengan menggunakan tiga truk Cold Diesel dan para pengemudi sudah diamankan oleh pihak kepolisian. 

Penangkapan berawal saat pihak Subdit I/Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reskrimsus Poldasu mendapatkan informasi bahwa ada penyelundupan bawang merah tanpa dokumen di Jalan Arteri (depan SPBU) Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai, Rabu (25/5/2016) malam pukul sekitar pukul 22.00 WIB.

Setiap karungnya bawang ilegal tersebut seberat 9 kilogram diangkut dengan menggunakan Cold Diesel BK 9811 VP dikemudikan TS dan AM, BK 9480 YE dikemudikan K dan TB serta BK 8126 XV dikendarai AS dan MY dan setiap truknya berisi 800 karung.

Wadir Reskrimsus Polda Sumut AKBP Maruli Siahaan didampingi Kasubdit I/Indag AKBP Ichwan Lubis SH mengatakan, hasil pemeriksaan bawang import itu diduga milik HB yang masuk melalui perairan/pelabuhan tikus Teluk Nibung Tanjung Balai. "Bawang ini diangkut dari gudang/tangkahan di Jalan PT Timur Jaya Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai tujuan Kota Medan," kata Maruli seperti yang dilansir www.tribun_medan.com. (Sn-07)

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Pakpak Barat – Proyek perbaikan jalan di Desa Mungkur, Kabupaten Pakpak Barat, masih menjadi pertanyaan dari mana sumber dana pekerjaan proyek tersebut. Pasalnya, di lokasi pekerjaan dan juga dari keterangan pekerja, tidak diketahui sumber dana pekerjaan tersebut berasal. 

Pantauan awak media di lokasi pekerjaan, Rabu (25/05/2016) truk pengangkut matrial terlihat hilir mudik mengangkut matrial proyek berupa batu. Diduga batu tersebut bukan berasal dari Kabupaten Pakpak Barat melainkan dari Kabupaten Dairi. Proyek perbaikan jalan tersebut, sampai saat ini belum ada dipasang plank pemberitahuan asal muasal dana perbaikannya. Dan menurut salah seorang pekerja, ia sendiri tidak mengetahui dari mana sumber anggaran pekerjaan tersebut. "Kami hanya pekerja dan tidak mengerti dari mana sumber dana kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara salah seorang warga, A Padang juga mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia sendiri merasa bingung mengenai status jalan di daerah tersebut. “Sumber anggarannya mungkin dari Provinsi atau dari Kementerian, saya juga kurang tahu,” ungkapnya. (Cbm)

Advertisement