Published On: Tue, Aug 20th, 2013

Kesalahan Penjumlahan Laporan Kekayaan Sementara ,REL Cabup Terkaya di Pilkada Taput

Share This
Tags
Cabup REL saat berbincang –-bincang dengan warga Taput

Cabup REL saat berbincang –-bincang dengan warga Taput

Taput simantab.com – Pembacaan pelaporan harta kekayaan sementara dari masing-masing Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Pilkada Tapanuli Utara (Taput) beberapa waktu lalu, ada menyisakan banyaknya kejanggalan.

Seperti adanya pasangan cabup dan cawabup yang tidak tau membaca bilangan rupiah, demam panggung, dan tampaknya percaya diri (pede) walau laporan harta kekayaan yang dibacanya salah. Bahkan telah banyak beredar informasi dan pemberitaan, kalau Bangkit Silaban merupakan cabup terkaya dari seluruh kandidat yang akan bertarung di Pilkada Taput 10 Oktober 2013..

Namun saat kru Simantab mencoba mengulang kembali hasil rekaman pembacaan laporan harta kekayaan yang dilaksanakan KPUD Taput, ternyata cabup Ratna Ester Lumbantobing (REL) jauh meninggalkan pasangan lainnya. Dimana REL yang berpasangan dengan Refer Harianja (RAJA) sebagai nomor urut 2 (dua), tampak ada kesalahan dalam penjumlahan dari laporan kekayaan tersebut.

Diketahui harta tidak bergerak sebesar Rp 3.000.492.0000, harta bergerak Rp 6.300.672.260, tabungan dan setara kas lainnya Rp 513.641.288. Maka total keseluruhan yang dibaca oleh kandidat pada saat itu Rp 7.785.642.548 (ditulis),yang seharusnya Rp 9.814.805.548,-
Begitu juga dengan penyampaian laporan kekayaan dari Cabup Bangkit Silaban nomor urut 3 (tiga) juga terdapat kesalahan signifikan. Dimana perincian harta tidak bergerak sebesar Rp 1.000.295.000, harta bergerak Rp 5.570.000.000, uang tunai depositi dan setara kas lainnya Rp 26.000.000,maka total harta kekayaan yang dibacanya pada saat itu adalah Rp 7.881.000.000. Namun seharusnya total keseluruhan harta kekayaannya hanya sebesar Rp 6.596.295.000, sehingga ada kelebihan Rp 284.705.000.

REL ketika dimintai tanggapannya, terkait sebagai cabup terkaya, Senin (19/08/2013) menuturkan, harta kekayaan bukanlah suatu jaminan untuk memimpinTaput. “Namun hati kitalah yang harus ‘kaya’ dengan berbagai perhatian terhadap masyarakat di daerah ini sudah jauh tertinggal dibandingkan kabupaten hasil pemekaran dari Taput,” paparnya .

Dia juga mengatakan, harta kekayaan itu memang wajib untuk dilaporkan dengan secara terperinci pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bila ada masyarakat yang akan maju sebagai calon pemimpin seperti sekarang ini (pilkada). Ini bertujuan, agar nantinya jika masing-masing kandidat yang terpilih ketika duduk menjadi ‘Parhobas’ (pemimpin) di Taput, maka pihak penyidik KPK bisa melakukan pemeriksaan terhadap pejabat bersangkutan.

“Ini apabila ada laporan dari masyarakat Taput kalau bupati terpilih tersebut dicurigai memiliki harta berlimpah, padahal baru satu tahu atau dua tahun menjadi Parhobas. Dalam hal itu harus diadakan pemeriksaan terhadap bersangkutan,” tegasnya.

Menyikapi kepemilikan harta dari pasangan cabup dan cawabup bisa akan berdampak pada negatif tingking, AR Munte mengatakan, masyarakat Taput perlu diingatkanjika kebenaran serta keabsahan pelaporan harta kekayaan yang dibacakan sangat penting nantinya, bila telah terpilih dan duduk sebagai pemimpin yang akan ‘menguasai’ Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Taput sering kali menjadi bahan sorotan publik.

Tokoh masyarakat Siborong-borong ini menuturkan, tak perlu mempersoalkan jumlah harta kekayaan para cabup dan cawabup tersebut. “Apakah kita masyarakat di Taput ini sudah bisa pasangan cabup dan cawabup sejahtera nantinya dengan harta kekayaan yang mereka miliki. Atau apakah nantinya setelah mereka yang memiliki kekayaan banyak jika menjadi pemenang akan mempergunakan uangnya untuk mendahulukan anggaran atau yang sering disebut dengan dana shering?,” tanyanya.

Munthe juga menuturkan, adanya kemungkinan mereka yang akan terpilih nantinya akan berupaya meraup untung tanpa memikirkan dan perduli terhadap nasib masyarakat Taput. “Marilah memilih Parhobas di Taput ini yang benar-benar komit dan konsekuen serta konsisten dengan beberapa kriteria yang diinginkan oleh masyarakat disini.

Seperti tidak mau korupsi dan sesukanya mengadakan mutasi terhadap para abdi negara, serta mempergunakan kekuasaannya dengan menghunjuk kerabat dan keluarga dekat untuk mengisi kursi menduduki jabatan strategis di pemerintahan yang dipimpinnya,” tandas Munthe.

Tentang Penulis

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>